Create your blog and photo album with postbit
Create your blog and photo album

Create new post

Content:

Upload a picture:
Tags (keywords separated by comma)

Save Cancel
labbisnisfan:   Followers: 0 ; Following: 0


Trik Menyeleksi Material Pipa


Untuk menentukan material pipa, paling utama untuk industri, faktor yang paling krusial adalah fluida apa yang mengalir di dalamnya. Selain itu, kondisi pendatang dari pipa juga menawan. Dan terakhir, tentu saja bingkai ekonomi juga menjadi pokok pemilihan bahan. lihat Pipe Distributor

Pembuluh dapat dibagi menjadi 2 bagian besar. Pipa dari logam dan non-logam. Senar terdiri atas carbon steel, stainless steel, aluminium, nickel dan yang lain. Berikut ini adalah contoh dalam desain pipa untuk pabrik industri gas alam, minyak, atau kilang kimia yang lain.

Pertama, reaksi harus memikirkan apa & berapa penuh macam kandungan yang akan melewati buluh-buluh. Pada dasarnya, semua pipa untuk proses biasanya harus memakai pipa senar dan dimulai dari bahan carbon steel yang paling murah.

Kelanjutan aliran fluida, bagian pada pipa menyebrangi korosi, serta salah satu cara untuk mengabulkan kecepatan korosi adalah mengendarai grafik de Waard - Milliams nomograph. Grafik itu membantu dalam menentukan meski kecepatan korosi (mm/tahun) yang disebabkan adanya kandungan CO2 dalam fluida.

Problem dikarenakan korosi siap diatasi secara menambah ketebalan pipa sebesar kecepatan korosi dikali tahun lamanya bengkel didesain. Akan tetapi, jika semuanya ketebalan yang dibutuhkan untuk mengatasi korosi itu terlalu tebal, pipa akan memerankan sangat tebel dan bukan efektif dalam pembangunannya.

Selain korosi, temperatur fluida juga menentukan material pipa. Semakin rendah temperatur, logam bakal menjadi gampang mengalami belahan. Ini sebab sifat brittle (getas) senar bertambah pada suhu rendah. Stainless steel merupakan satu diantara yang telaten akan temperatur rendah. Sebab itu, untuk cryogenic service (fluida secara suhu sistem dibawah -196 degC) stainless steel merupakan material yang cocok disamakan dengan carbon steel.

Stainless steel acap disebut juga corrosion resistance alloy (campuran logam santai korosi) dan tentunya lebih mahal dipadankan carbon steel. Stainless steel bisa dibagi menjadi kurang lebih jenis, misalnya austenitic, feritic, martenistic, duplex dan high alloy stainless steel (campuran tinggi logam stainless steel). Sayangnya, stainless steel tidak tahan tentang semua spesies korosi, paling utama korosi yang disebabkan sama klorida, sulfida serta fluida asam (sour fluid) yang lain.



Untuk sistem pipa yang mengalirkan fluida asam (piping system for sour service) biasanya dalam desain menurut standar NACE (National Association of Corrosion ball valve stainless jakarta Engineers) MR0175. Mulai tahun 2003, tipikal NACE MR0175 bersatu dengan ISO 15156 dan yang memiliki ukuran desain yang sulit dipadankan edisi tahun sebelumnya.

Semakin tahan tentang berbagai korosi, semakin muluk harga material tersebut. Dalam mengurangi biaya, pengaplikasian cladding atau overlay merupakan salah satu alternatif. Senyampang menggunakan corong dari carbon steel beserta dilapisi logam mahal pada bagian dalamnya selalu yang berurusan langsung beserta fluida sumber korosi bakal bisa menjepit biaya tanpa mengurangi ketahanan terhadap korosi.

Pemilihan bahan ini bukan hanya dalam pipa, tetapi juga halal untuk bejana (vessel), katup (valve) & elemen pipa lainnya. Dalam katup, meskipun material dari badan katup bisa mengendarai carbon steel, tetapi sesi dimana korosi tidak diperbolehkan untuk melestarikan kemampuan katup untuk menyendat (sering dikenal sebagai sebagai trim, seperti potongan valve seat, stem serta lainnya), oleh sebab itu penggunaan stainless steel atau logam santai korosi lainnya menjadi keharusan.

Post by labbisnisfan (2017-08-04 12:55)

Post your comment:

Name: Email: Site:


| Explore users | New posts | Create your blog | Create your photo album |
| About Postbit | Our blog | Terms of use | Contact Postbit |


Copyright © 2017 - postbit.com